BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Herpes telah di kenal sejak zaman yunani kuno. Herpes di sebabkan oleh virus HSV. Herpes ini ditandai dengan adanya gejala khas berupa vesikel yang berkelompok dengan dasar eritem bersifat rekurens.
Bila pada kehamilan tmbul herpes genetalis, perlu mendapat perhatian yang serius, karena melalui plasenta virus dapat sampai ke sirkulasi vetal serta dapat menimbulkan kerusakan atau kematian pada janin. Infeksi neonatal mempunyai angka mortalitas 60%, separuh dari yang hidup, menderita cacat neorologik atau kelainan pada mata.
Kelainan yang timbul pada bayi dapat berupa ensepalotis keratokonjungtivitis atau hepatitis. Di samping itu, juga dapat timbul lesi pada kulit. Bebrapa ahli kandungan mengambil sikap partus secara secsio caesarea bila pada saat melahirkan sang ibu menderita infeksi ini. Tindaka ini sebaiknya dilakukan sebelum keyuban pecah atau paling lambat 6 jam setelah ketuban pecah.
Di Amerika Serikat frekuensi herpes neonatal adalah 1 per 7500 kelahiran hidup, bila transmisi terjadi pada trimester satu cenderung terjadi abortus; sedangkan bila pada trimester dua terjadi prematuritas. Selaoin itu dapar terjadi transmisi pada saat intrapartum.
Selama pencegahan rekurens masih merupakan problem, hal tersebut secara psikologik akan memberatkan penderita. Pengobatan secara dini dan tepat memberi prognosis yang lebih baik, yakni masa penyakit berlangsunng lebih singkat dan rekurens lebih jarang. Pada orang dengan gangguan imunitas, misalnya pada penyakit-penyakit dengan tumor di system retikuloendotelial, pengobatan dengan imunosupresan yang lama atau fisik yang sangat lemah menyebabkan infeksi ini dapat menyebar ke alat-alat dalam dan dapat fatal. Pgognosis akan lebih baik seiring dengan meningkatnya usia seperti pada orang dewasa.
B. TUJUAN
1. untuk memahami definisi, etiologi, fatogenesis, gambaran klinis, diagnosis, penatalaksanaan dan asuhan keperawatan pada herpes genetalia.
2. meningkatkan kemampuan dalam penulisan asuhan kebidanan.
3. memenuhi salah satu tugas perkuliahan askeb patologi di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Banda Aceh
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI
Herpes merupakan sejenis penyakit berjangkit yang disebabkan oleh virus herpes viridae. Ia merupakan penyakit yang terjangkit melalui hubungan seks, dan berkemungkinan mengjangkiti anak yang baru di lahirkan jika ibu mempunyai ini samasa melahirkan anak.Tidak terdapat obat untuk mengobati penyakit ini.Obat yang ada hanya mengurangkan kekerapan seranagn herpes serta mengurangkan penyebaran virus herpes.
Herpes genetalis adalah infeksi virus herpes simplek pada atau di sekitar vagina, vulva (bibir vagina) dan anus (wanita). Herpes dapat menyebabkan luka pada daerah mulut dan hidung pada daerah kemaluan (laki-laki dan wanita) dan daerah anus, atau pada mata, jari dan tangan.
Penyakit herpes disebabkan oleh virus, yaitu herpes simplek tipe satu (HSV-1) atau herpes simplek tipe dua (HSV-2). Gejalanya yaitu berupa luka pada kulit yang terkena virus, dan disertai rasa nyeri serta panas, kemudian di ikuti dengan lepuhan seperti luka bakar dan demam. Lepuhan-lepuhan kulit yang menjadi ciri khas herpes akan mengelupas dengan atau tanpa pengobatan. Terkadang penderita tetap merasa nyeri dan panas meskipun lepuhan-lepuhan itu sudah kering dan mengelupas. Hal itu di sebabkan karena virus herpes menyerang saraf bagian dalam.
B. ETIOLOGI
Gejala awal dari herpes, antara lain :
a. rasa gatal dan terbakar pada daerah genetal atau anal
b. rasa sakit disekitar kaki, bokong atau daerah genetal
c. keluarnya cairan dari vagina
d. adanya perasaan seperti tertekan di daerah perut.
e. Bisa juga luka pada kulit yang terkena virus
Selain itu kadang-kadang gejala yang muncul mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sukujur tubuh,serta mata terasa perih.
Gejala klinis yang dapat ditimbulkan infeksi HSV dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Gejala Klinis Prosentase Infeksi Virus
Lesu 85 %
Gangguan Pernafasan 60 %
Bisul Berair 60 %
Suhu panas atau dingin 50 %
Pendarahan 50 %
Hepato megali 50 %
Kelainan jaringan syaraf pusat 40 %
Kulit kuning 30 %
Kulit biru 20 %
Radang selaput lendir mata 10 %
Korioretinis 10 %
Kematian 70 %
Penyebabnya adalah perilaku yang kurang bersih seperti tidak mencuci tangan
sehabis berpergian, menggunakan kloset umum tanpa membersihkannya terlebih dahulu, atau tidak membersihkan alat kelamin dengan air bersih dapat memicu timbulnya herpes.
C.TRANSMISI VIRUS HERPES
• Herpes primer yang melibatkan muka dan mulut biasanya menyebar melalui air liur (ciuman)
• Herpes sekunder yang melibatkan organ seks biasanya disebarkan melalui hubungan seks (semen lelaki atau vaginal discharge perempuan)
Menurut dr. Irsyad Bustamam,SPOG menyebutkan ada beberapa cara penularan herpes antara lain penyakit ini dapat di tularkan melalui kontak kulit dengan penderita.jika seseorang mempunyai herpes dimulutnya kemudian ia mencium orang lain,maka orang itu dapat terkena pula . dan jika ia melakukan hubungan seksual maka herpes tersebut dapat ditularkan melalui alat kelamin..selain itu dapat juga lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadian kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup pada tubuh manusia. Di luar tubuh virus itu cepat mati.
D.PATOGENESIS
Herpes genital adalah infeksi yang menyerang vagina dan labia (bibir kemaluan).herpes ini paling sering ditularkan selama aktivitas seksual seseorang yang mempunyai luka herpes aktif.tidak ada pengobatan herpes.karena itu penyakit ini mempunyai penyakit menjadi kekambuhan.infeksi herpes yang pertama kali muncul disebut infeksi primer.sedangkan herpes yang muncul kembali dalam sebulan atau setahun kemudain disebut infeksi ulangan.
Pada ibu hamil, adanya infeksi herpes dapat diketahui melalui lesi pada alat kelamin.jika kultur biakan positif,maka tes biasanya diulang setiap minggu sehingga dokter dapat memantau apakah pada saat persalinan infeksi tersebut masih ada.meski tergolong PHS yang serius, saat ini dampak herpes pada janin sudah lebih ringan dibanding dulu, dimana kini bayi hanya memilliki 2-3% kemungkinan terinfeksi dari ibu yang mengalami infeksi herpes ulangan selama kehamilan.jika ibu terkena infeksi primer diawal kehamilan,ada kemungkinan resiko keguguran dan kelahiran prematur.sedangibu terkena infeksi primer menjelang persalinan, resiko janin tertular jauh lebih besar yaitu 60-70%.dengan diagnosa dan perawatan medik yang baik resiko ini masih dapat direndahkan lagi.
jangkitan secara terus-menerus melalui kulit misalnya akan menyebabkan local leston.virus akan masuk kedalam badan mengikuti saraf sehingga mereka sampai disaraf tunjang, diganglion sensori akar sakral.disinilah virus akan berkumpul dan berehat.dari semasa kesemasa,virus disaraf tunjang dan bergerak kebagian distal badan kita, seperti submukosa kulit.
Biasanya dikemaluan bagian luar timbul bintil-bintil atau gelembung yang berkelompok. Tumbuhnya diatas kulit, bentuknya memerah dan membengkak.
1.faktor pemicu
Begitu masuk kedalam tubuh pertama kalinya,VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Selain itu kadang-kadang gejala yang muncul mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sukujur tubuh,serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS sering kali dibedakan dengan flu.yang membedakannya adalah timbulnya gejala lokal didaerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil yang gampang pecah.bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul –bisul benanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok,warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali.bahkan apabila terkena saraf, yang bersangkutan tidak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya.jika tidak disertai infeksi tambahan , kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tidak digaruk.sedanngkan bila digaruk akan meninggalkan bekas parut.
Berlalunya infeksi primer tesebut akan diikuti dengan fase/masa laten.yakni saat virus bersembunyi disimpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meskipun tidak bisa dipastikan seberapa lama.tergantung kondisi individu yang bersangkutan. Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stress, sedang mensturasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan / makanan tertentu maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.
Faktor pemicunya sangat kasuistik.artinya, ada yang karena alergi,ada pula karena sebab lain.begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan yang tidak dipastikan.tapi, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan.sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan.terlebih lagi bagi ibu hamil yang mengalami stress. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.
E.GAMBARAN KLINIS
Herpes genitalis disebut juga herpes simpleks, sebetulnya penyakit kulit yang terdapat diperbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah VHS yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe.pertama umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang dipinggang keatas, kedua terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang kebawah sebagai tempat sasaran infeksinya.namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bias saja lokasi terjadinya VHS terbolak-balik.misal,tipe 1 ditemukan didaerah genital dan anus,sedangkan tipe 2 disekitar bibir atau dilangit-langit. Biasanya dikemaluan bagian luar timbul bintil-bintil atau gelembung yang berkelompok. Tumbuhnya diatas kulit, bentuknya memerah dan membengkak.
F.LOKASI
dimana-mana bahagian pada organ seks atau struktur yang berada di sekelilingnya
G.EPIDEMIOLOGI
Penyakit Herpes menjangkiti kedua-dua jantina. Infeksi prima HSV 1 biasanya berlaku pada muka semasa pesakit masih kecil. Penyakit Herpes biasanya berlaku dalam kumpulan status social-ekonomi yang rendah serta mempunyai lebih daripada satu teman seks. Luka pada perianal adalah biasa pada pesakit homoseksual atau heteroseksual. Namun, hubungan seks tanpa kondom adalah merbahaya dan akan menyebabkan transmisi virus herpes. Sehingga sekarang, masih tiada vaksin untuk men